Hubungan Erat Setiap Insan

Tuntutlah Ilmu.


Islam mewajibkan penganutnya untuk menuntut Ilmu, sekaligus bermaksud Islam adalah agama yang menganjurkan "sifar buta huruf". Sebagaimana Sabda Rasul : Menuntut ilmu itu wajib kepada setiap muslim.



Dengan memiliki ilmu seseorang itu akan mengenal Allah SWT, lalu memahami batas-batas halal dan haram. Punca rujukan Ilmu terpenting dalam Islam ialah Al Quran dan Hadits. Dengan berpegang kepada dua rujukan utama ini manusia tidak akan sesat selama-lamanya.

Kesesatan berlaku bila manusia berlepas dari berpandukan kepada dua perkara pokok ini. Mereka mementingkan akal dan nafsu semata-mata. Sedangkan nafsu dan akal mesti lah terbimbing oleh Al Quran Dan Sunnah barulah ianya menjadi sempurna sesuai dengan kehendak Allah SWT.

Pentingnya menuntut Ilmu sehingga dalam keadaan perang tidak semua yang diperintah untuk berperang tetapi sebahagiannya disuruh pergi menuntut ilmu :


وَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُونَ لِيَنفِرُواْ كَآفَّةً فَلَوْلاَ نَفَرَ مِن كُلِّ فِرْقَةٍ مِّنْهُمْ طَآئِفَةٌ لِّيَتَفَقَّهُواْ فِي الدِّينِ وَلِيُنذِرُواْ قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُواْ إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ

Tidak sepatutnya bagi mu`minin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.(At-Taubah:123 )

Read More......

Muhasabah Diri Sendiri

Kebanyakan manusia kebiasaannya melihat kepada keburukan orang lain tanpa menyedari diri sendiri memiliki banyak kelemahan dan dosa-dosa. Banyak masa yang dipergunakan untuk membicarakanya hal orang lain tanpa ada muhasabah untuk diri sendiri.


Firman Allah SWT :-

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَاراً وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌلَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.(At-Tahrim:07 )

Sepatutnya kita lebih dahulu memperbetulkan diri sendiri dan orang yang terdekat sebelum membetul dan berbicara masalah orang lain. Apa lagi jika kita sudah menyatakan bahawa kitalah pejuang Islam yang sejati. Sudah sampai masanya kita kembali kelandasan yang sebenar dengan terlebih dulu membetulkan diri sendiri.

Read More......

Keampunan Allah


Pada suatu senja yang lenggang, terlihat seorang wanita berjalan terhuyung-huyung. Pakaianya yang serba hitam menandakan bahwa ia berada dalam dukacita yang mencekam. Kerudungnya menagkup rapat hampir seluruh wajahnya. Tanpa hias muka atau perhiasan menempel di tubuhnya. Kulit yang bersih, badan yang ramping dan roman mukanya yang ayu, tidak dapat menghapus kesan kepedihan yang tengah meruyak hidupnya. Dia melangkah terseret-seret mendekati kediaman rumah Nabi Musa a.s.

Diketuknya pintu pelan-pelan sambil mengucapkan uluk salam.Maka terdengarlah ucapan dari dalam "Silakan masuk". Perempuan cantik itu lalu berjalan masuk sambil kepalanya terus merunduk. Air matanya berderai tatkala ia berkata, "Wahai Nabi Allah. Tolonglah saya. Doakan saya agar Tuhan berkenan mengampuni dosa keji saya.

"Apakah dosamu wahai wanita ayu?" tanya Nabi Musa a.s. terkejut. "Saya takut mengatakannya. "jawab wanita cantik. "Katakanlah jangan ragu-ragu!" desak Nabi Musa.Maka perempuan itupun terpatah bercerita, "Saya... telah berzina. "Kepala Nabi Musa terangkat,hatinya tersentak. Perempuan itu meneruskan, "Dari perzinaan itu saya pun... lantas hamil. Setelah anak itu lahir,langsung saya... cekik lehernya sampai... tewas," ucap wanita itu seraya menangis sejadi-jadinya. Nabi Musa berapi-api matanya. Dengan muka berang ia mengherdik, "Perempuan bejad, enyah kamu dari sini! Agar siksa Allah tidak jatuh ke dalam rumahku karena perbuatanmu. Pergi!"... teriak Nabi Musa sambil memalingkan mata karena jijik.

Perempuan berwajah ayu dengan hati bagaikan kaca membentur batu, hancur luluh segera bangkit dan melangkah surut. Dia terantuk-antuk keluar dari dalam rumah Nabi Musa. Ratap tangisnya amat memilukan. Ia tak tahu harus kemana lagi hendak mengadu. Bahkan ia tak tahu mau dibawa kemana lagi kaki-kakinya. Bila seorang Nabi saja sudah menolaknya, bagaimana pula manusia lain bakal menerimanya? Terbayang olehnya betapa besar dosanya, betapa jahat perbuatannya. Ia tidak tahu bahwa sepeninggalnya, Malaikat Jibril turun mendatangi Nabi Musa. Sang Ruhul Amin Jibril lalu bertanya, "Mengapa engkau menolak seorang wanita yang hendak bertaubat dari dosanya? Tidakkah engkau tahu dosa yang lebih besar daripadanya.

Nabi Musa terperanjat. "Dosa apakah yang lebih besar dari kekejian wanita pezina dan pembunuh itu?" Maka Nabi Musa dengan penuh rasa ingin tahu bertanya kepada Jibril. "Betulkah ada dosa yang lebih besar daripada perempuan yang nista itu?"

" Ada !" jawab Jibril dengan tegas. "Dosa apakah itu?" tanya Musa kian penasaran."Orang yang meninggalkan sholat dengan sengaja dan tanpa menyesal. Orang itu dosanya lebih besar dari pada seribu kali berzina".Mendengar penjelasan ini Nabi Musa kemudian memanggil wanita tadi untuk menghadap kembali kepadanya. Ia mengangkat tangan dengan khusuk untuk memohonkan ampunan kepada Allah untuk perempuan tersebut.

Nabi Musa menyadari, orang yang meninggalkan sembahyang dengan sengaja dan tanpa penyesalan adalah sama saja seperti berpendapat bahwa sembahyang itu tidak wajib dan tidak perlu atas dirinya. Berarti ia seakan-akan menganggap remeh perintah Tuhan, bahkan seolah-olah menganggap Tuhan tidak punya hak untuk mengatur dan memerintah hamba-Nya. Sedang orang yang bertobat dan menyesali dosanya dengan sungguh-sungguh berarti masih mempunyai iman di dadanya dan yakin bahwa Allah itu berada di jalan ketaatan kepada-Nya. Itulah sebabnya Tuhan pasti mau menerima kedatangannya. (Dikutip dari buku 30 kisah teladan - KH Abdurrahman Arroisy

Dalam hadis Nabi SAW disebutkan : Orang yang meninggalkan sholat lebih besar dosanya dibanding dengan orang yang membakar 70 buah Al-Qur'an, membunuh 70 nabi dan bersetubuh dengan ibunya di dalam Ka'bah.

Dalam hadis yang lain disebutkan bahwa orang yang meninggalkan sholat sehingga terlewat waktu, kemudian ia mengqadanya, maka ia akan disiksa dalam neraka selama satu huqub.Satu huqub adalah delapan puluh tahun. Satu tahun terdiri dari 360 hari, sedangkan satu hari diakherat perbandingannya adalah seribu tahun di dunia. Demikianlah kisah Nabi Musa dan wanita pezina dan dua hadis Nabi, mudah-mudahan menjadi pelajaran bagi kita dan timbul niat untuk melaksanakan kewajiban sholat dengan istiqomah.

Read More......

Enam pesanan khusus untuk wanita


1. Jaga solat pada awal waktu. Kalau datang haid sekalipun jika tidak dapat
solat, kena duduk atas tikar sembahyang supaya anak tidak lihat kita
meninggal solat.

2. Hidup kan Bacaan Hadis Nabi saw di rumah dengan keluarga. Di anjur baca
Hadis Fadhilat Amal. Ini amalan sahabiah zaman Nabi saw sehingga dari rumah
kita keluar anak-anak yang soleh yang mendoakan kesejahteraan kedua ibubapa
dunia/akhirat.

3. Baca Al Quran setiap hari walaupun hanya 8 ayat. Kalau tak mampu nak
baca kerana terlalu sibuk, cukup dengan mencium Al Quran dan muhasabah 'Ya
Allah, apa dosa saya hingga saya tak dapat nak baca kitab Mu pada hari
ini."

4. Mendidik anak secara Islam. Mengajar anak-anak dari kecil bermula dengan
doa-doa masnun.Iaitu doa seharian Nabi saw saperti doa tidur, bangun tidur,
makan dan sebagainya.

5. Hidup sederhana dengan tidak membebankan suami. Setiap hari malaikat
akan menghantar 500 jambangan bunga dari syurga untuk wanita yang hidup
sederhana. Setiap titisan air masakan dan basuhan mereka akan menjadi
zikir mohon keampunan kepada Allah swt atas wanita tersebut.

6. Galak suami untuk bermujahadah atas Agama Allah. Seorang isteri yang
menggalakkan suaminya untuk solat berjemaah di Masjid/Surau akan dapat
pahala berjemaah suaminya termasuk solat dia sendiri.

Mudahan-mudahan ulasan ringkas ini bermanfaat.Muzakarahlah bersama teman
wanita lain supaya hakikat amalan ini masuk dalam hati kita dan mudah nak
amalkan.

Read More......

Petua Imam Syafi`e


4 PERKARA UNTUK SIHAT

Empat perkara menguatkan badan
1. Makan daging
2. Memakai haruman
3. Kerap mandi
4. Berpakaian dari kapas

Empat perkara melemahkan badan
1. Banyak berkelamin (bersetubuh)
2. Selalu cemas
3. Banyak minum air ketika makan
4. Banyak makan bahan yang masam

Empat perkara menajamkan Mata
1. Duduk mengadap kiblat
2. Bercelak sebelum tidur
3. Memandang yang hijau
4. Berpakaian bersih

Empat perkara merosakan Mata
1. Memandang najis
2. Melihat orang dibunuh
3. Melihat kemaluan
4. Membelakangi kiblat

Empat perkara menajamkan fikiran
1. Tidak banyak berbual kosong
2. Rajin bersugi (gosok gigi)
3. Bercakap dengan orang soleh
4. Bergaul dengan para ulama


4 CARA TIDUR

1. TIDUR PARA NABI
Tidur terlentang sambil berfikir tentang kejadian
Langit Dan bumi.

2. TIDUR PARA ULAMA' & AHLI IBADAH
Miring ke sebelah kanan untuk memudahkan
Terjaga untuk solat malam...
3. TIDUR PARA RAJA YANG HALOBA
Miring ke sebelah kiri untuk mencernakan
Makanan yang banyak dimakan.
4. TIDUR SYAITAN
Menelungkup/ tiarap seperti tidurnya ahli neraka.

* Kalau rajin.. Tolong sebarkan maklumat ini Kepada Saudara Muslim Muslimat yang lain agar menjadi Amalan kepada Kita semua. Ilmu yang bermanfaat ialah salah satu amal yang Berkekalan bagi Orang yang mengamalkannya.

Read More......

Satu Amalan Nilainya Syurga

















Perkara-perkara yang membuat kita hilang ingatan dan tumpul minda

Kurangkan makan bawang besar
Kurangkan makan berempah
Kurangkan makan ketumbar kering
Kurangkan menonton hiburan
Kurangkan membaca majalah hiburan
Kurangkan ketawa yang panjang atau terbahak-bahak
Kurangkan minuman air batu,air dalam tin(100 plus dan lain2)
Kurangkan makan organ dalaman ayam terutamanya kanak2
Jangan makan kepala ikan
Jangan minum air yang ada semut
Jangan tidur selepas subuh
Jangan tidur selepas asar
Jangan tidur selepas makan
Jangan makan terlalu kenyang
Jangan makan berat selepas jam 9.00 malam
Jangan menyapu rumah pada waktu malam
Jangan makan yang masam-masam berlebihan
Jangan dicampur makan laut dan darat dalam satu hidangan
Jangan minum susu selepas memakan daging/ayam

Perkara-perkara yang perlu diamalkan

Selalu makan buah manisan seperti kurma dan lain2
Selalu makan makanan yang panas2
Selalu memakan kekacang seperti kacang soya @ badam dan lain2
Selalu minum air masak
Selalu makan ulam2
Selalu mengamalkan pandangan hijau
Selalu bersenam
Selau menggunakan imajenasi otak
Banyakkan memakan makanan berasaskan gandum/soya
Banyakkan aktiviti berkhemah di hutan/pantai(yang mempunyai pokok) kerana disitulah terdapat banyak ion2 negetif dan cahaya matahari infra merah (terutama pada waktu pagi) yang amat diperlukan oleh tubuh badan,kerana hanya kawasan seperti ini sahaja yang mempunyai % yang cukup untuk kegunaan kita seharian berbanding dalam bangunan batu ianya terlalu sedikit
Jangan ego
Jangan dengki pada orang lain
Jangan makan dari sumber yang tidak halal
Jangan memberi anak makan makanan dari sumber yang tidak halal
Jangan makan makanan yang ada pewarna
Jangan makan makanan yang ada pengawet
Jangan mengunakan minyak masak lebih dari 2 kali
Jangan mandi selepas 9.00malam

......dan yang paling penting dibawah ini........
selamat beramal.....

Jangan sengaja lewatkan solat.
Perbuatan ini Allah tidak suka. Kalau tertidur lain cerita.

Jangan masuk ke bilik air tanpa memakai alas kaki (selipar).
Takut kalau-kalau terbawa keluar najis, mengotori seluruh rumah kita.

Jangan makan dan minum dalam bekas yang pecah atau sumbing.
Makruh kerana ia membahayakan.

Jangan biarkan pinggan mangkuk yang telahdigunakan tidak berbasuh.
Makruh dan mewarisi kepapaan.

Jangan tidur selepas solat Subuh, nanti rezeki mahal
(kerana berpagi-pagi itu membuka pintu berkat).

Jangan makan tanpa membaca BISMILLAH dan doa makan.
Nanti rezeki kita dikongsi syaitan.
Jangan keluar rumah tanpa niat untuk membuat kebaikan.
Takut-takut kita mati dalam perjalanan.

Jangan pakai sepatu atau selipar yang berlainan pasangan.
Makruh dan mewarisi kepapaan.

Jangan biarkan mata liar di perjalanan.
Nanti hati kita gelap diselaputi dosa.

Jangan menangguh taubat bila berbuat
dosa kerana mati boleh datang bila-bila masa.

Jangan ego untuk meminta maaf pada ibu bapa dan sesama manusia
kalau memang kita bersalah.

Jangan mengumpat sesama rakan taulan.
Nanti rosak persahabatan kita hilang bahagia.

Jangan lupa bergantung kepada ALLAH dalam setiap kerja kita.
Nanti kita sombong apabila berjaya. Kalau gagal kecewa pula.

Jangan bakhil untuk bersedekah.
Sedekah itu memanjangkan umur dan memurahkan rezeki kita.

Jangan banyak ketawa. Nanti mati jiwa.

Jangan biasakan berbohong, kerana ia adalah ciri-ciri munafik dan
menghilangkan kasih orang kepada kita.

Jangan suka menganiaya manusia atau haiwan. Doa makhluk yang teraniaya
cepat dimakbulkan ALLAH.

Jangan terlalu susah hati dengan urusan dunia. Akhirat itu lebih utama
dan hidup di sana lebih lama dan kekal selamanya.

Jangan mempertikaikan kenapa ISLAM itu berkata JANGAN.
Sebab semuanya untuk keselamatan kita.

ALLAH lebih tahu apa yang terbaik untuk hamba ciptaanNya.

Read More......

Salam Maulidurrasul s.a.w



"Bulan Rabiul Awwal datang lagi, bermakna bulan memperingati peristiwa kelahiran junjungan besar nabi Muhammad saw, rasul pilihan Allah swt untuk ummatnya di atas muka bumi ini.

sesungguhnya nabi Muhammad saw ini adalah hamba Allah yang bergelar manusia akan tetapi baginda bukan calang2 hamba dan bukan calang2 manusia.




Ianya hamba Allah yang bergelar utusan yang membawa rahmat ke seluruh alam, sebagaimana firmanya :

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ

Selain daripada Allah swt ia dipanggil alam, maka setiap yang bergelar alam itu berhajat kepada rahmat Allah swt, tanpa adanya rahmat maka tiadanya alam ini maka setidak2nya alam itu mesti disertai dengan rahmat, sesungguhnya nabi Muhammad saw lah orang yang membawa rahmat itu daripada tuhannya. itu menunjukkan bahawa seluruh alam berhajat kepada nabi Muhammad saw.

Kita semua mengakui seluruh alam berhajat kepada Rasulullah saw dan seluruh alam menyayangi Rasullah saw akantetapi sebahagian dari kalangan manusia yang tidak menyayanginya bahkan membenci dan memusuhi baginda sedangkan mereka berhajat kepadanya. itulah sifat manusia yang mempunyai nafsu, adakalanya mereka menjadi syaitan adakalanya mereka menjadi malaikat.

Syaitan dan malaikat ini sebahagian daripada alam juga,maka mereka juga berhajat kepada rahmat yang dibawa oleh rasulullah saw. tapi yang peliknya, walaupun seluruh alam berhajat kepada Rasulullah saw, kenapa ada juga makhluk yang memusuhinya?? adakah logik kita memusuhi orang yang kita hajatinya?? itu sangat pelik...

Sebenarnya, bagaimana caranya untuk kita mendapatkan nikmat yang dibawa oleh Rasulullah saw?? jawapannya mudah sahaja, iaitu kita mentaati segala perintah dan larangan Allah dan Rasulnya saw iaitu kita berserah diri sebulat2nya maka kita mendapat rahmat yang tersedia itu, sebagaimana sambungan ayat rahmat tadi :

قُلْ إِنَّمَا يُوحَى إِلَيَّ أَنَّمَا إِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ فَهَلْ أَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

sekian, wassalam.
"

Read More......

Renungan Hadits

Renungan Hadits



‏عن النبي ‏ ‏صلى الله عليه وسلم ‏ ‏قال ‏ ‏سبعة يظلهم الله في ظله يوم لا ظل إلا ظله الإمام العادل وشاب نشأ بعبادة الله ورجل قلبه معلق في المساجد ورجلان تحابا في الله اجتمعا عليه وتفرقا عليه ورجل دعته امرأة ذات منصب وجمال فقال إني أخاف الله ورجل تصدق بصدقة فأخفاها حتى لا تعلم يمينه ما تنفق شماله ورجل ذكر الله خاليا ففاضت عيناه


Dari Abu Hurairah r.a: Nabi s.a.w telah bersabda: Ada tujuh golongan manusia yang akan dinaungi oleh Allah di bawah naungan-Nya. Hari tersebut tidak ada naungan kecuali naungan Allah. Golongan tersebut ialah pemimpin yang adil, pemuda yang sentiasa beribadat kepada Allah semasa hidupnya, seseorang yang hatinya sentiasa berpaut pada masjid-masjid iaitu sangat mencintainya dan selalu mendirikan sembahyang berjemaah, dua orang yang saling mengasihi kerana Allah iaitu keduanya berkumpul dan berpisah kerana Allah, seorang lelaki yang diundang oleh seorang perempuan yang mempunyai kedudukan dan rupa paras yang elok untuk melakukan kejahatan tetapi dia berkata: Aku takut kepada Allah!, seorang yang memberi sedekah tetapi dia merahsiakannya seolah-olah tangan kanan tidak tahu apa yang diberikan oleh tangan kirinya dan seseorang yang mengingati Allah di waktu sunyi sehingga mengalirkan air mata dari kedua matanya .

Hadits dia atas menjelaskan 7 golongan yang akan mendapat naungan Allah pada hari kiamat iaitu

1. Pemimpin yang adil
Pemimpin yang adil adalah pemimpin yang sentiasa menunaikan amanahnya sesuai dengan kemampuan yang ada padanya dengan mematuhi segala perintah Allah dan Rasul. Keadilan oleh seorang pemimpin mustahil ditegakkan tanpa berpandukan kepada Quran dan Sunnah. Oleh itu jika seorang pemimpin itu adil bermakna dia telah berlaku adil kepada Allah yakni dia telah menjadi khalifah yang telah memakmurkan muka bumi ini sesuai dengan sifat Allah SWT yang Maha Adil. Lawan kepada adil adalah Zalim, berlaku Zalim bermakna memusnahkan tali rantai Islam yang sangat indah dan sempurna itu.

2. Pemuda yang sentiasa beribadah kepada Allah semasa hidupnya.
seorang pemuda yang telah menggunakan waktu muda belia untuk beribadah kepada Allah adalah contoh terbaik di kalangan manusia. Patutlah mereka mendapat lindungan dan rahmat Allah di akhirat kelak. Sedangkan manusia pada kelazimannya menggunakan waktu mudanya untuk berseronok dan bersuka ria. Tetapi golongan ini menggunakan untuk beribadah dan mendekatkan diiri kepada Allah.

3. Seorang yang hatinya sentiasa berpaut pada masjid dan sentiasa mengerjakan sembahyang berjemaah.
Sembahyang jemaah yang sangat di tuntut sehingga lebih baik 27 darjat dari sembahyang sendirian. Sembahyang jemaah yang terbaik adalah di Rumah Allah. Seorang yang sentiasa berpaut dengan rumah Allah adalah manusia yang mencari kesempurnaan beribadah. Membesarkan Allah SWT dengan sembahyang berjemaah menggambarkan kekuatan umat Islam itu sendiri. Bila jemaah berkurang itulah gambaran lemahnya umat Islam.

2 orang yang saling mengasihi kerana Alah dengan bertemu dan berpisah kerana Allah.
Berkasih sayang kerana Allah, bertemu dan berpisah kerana Allah dalam hadits yang lain diterangkan adalah ciri-ciri orang yang telah mendapat kemanisan Iman. Kemanisan Iman adalah kemuncak bagi segala yang diidamkan oleh orang yang beriman. Jika sekiranya air dan makan yang dimakan memerlukan rasa manis, begitulah keimanan yang memerlukan apa yang dikatakan suatu kelazatan

5. Seorang yang diundang melakukan maksiat tetapi menolaknya dengan mengatakan aku takut kepada Allah
Menolak maksiat artinya menolak untuk melakukan dosa besar dan masuk neraka Allah. bayangkan betapa kesedaran ini muncul tidak lain hanya kepada orang yang sangat takut kan Allah. Mustahil orang yang tidak takut kepada Allah dengan sebenarnya akan menolak peluang yang demikian rupa

6. Seorang yang memberi sedekah secara ikhlas senyap-senyap
Tonggak kepada Ibadah apa pun adalah dengan apa yang dinamakan keikhlasan. Dengan Ikhlas maka ibadah kita diterima di sisi Allah. Tanpa Ikhlas automatik ibadah kita ditolak malah mendapat dosa dan seksa Allah

7. dan Seorang yang mengingati Allah di waktu sunyi sehingga kedua matanya mengalirkan air mata
Demikianlah kemuncak kehidupan manusia, sanggup mengalirkan air mata kerana Allah. Kerana itu golongan ke 7 ini sangat istemewa dan menutup hadis yang sangat menyentuh jiwa-jiwa kita.

Bayangkan betapa cantiknya masyarakat Islam yang terbina dari 7 golongan di atas, dari pemimpin sehinggakan rakyat semuanya terbina oleh ketakwaan kepada Allah.

Read More......

Rezeki Hanya Dari Allah

Rezeki Hanya Dari Allah

Suatu hari seorang guru bernama Syaqiq Al Balkhi bertanya kepada muridnya Hatim yang telah belajar dengannya selama 30 tahun lebih. Apakah yang telah muridnya itu perolehi setelah sekian lama belajar dengannya

Hatim menjelaskan dia mendapat lima perkara. Penulis akan mengemukakan apa yang Hatim katakan tentang keyakinannya mengenai rezeki yang datang dari Allah SWT.

Kata Hatim, dia memerhati manusia tidak yakin tentang rezeki. Walaupun Allah telah menjanjikan kepada manusia di dalam Al Quran :
وَمَا مِن دَآبَّةٍ فِي الأَرْضِ إِلاَّ عَلَى اللّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا كُلٌّ فِي كِتَابٍ مُّبِينٍ

(Hud : 6)

Daabah dalam ayat dia atas ditafsirkan sebagai sebagai binatang yang melata juga ditafsirkan sebagai manusia yang mendiami bumi Allah ini.

Demikianlah janji Allah tentang rezeki yang pasti telah tertulis dan ditentukan oleh Allah SWT. Apalagi sifat orang yang bertaqwa pasti akan diselesaikan masaalah hidupnya dan dikurniakan rezeki dari jalan yang tidak diduga.

Bandinganya jika dua orang yang pergi memancing, walaupun kelengkapan, umpan, tempat atau kolam yang sama dan pada masa yang sama. Pasti hasil antara keduanya berbeza, mungkin seorang memperolihi hasil yang lumayan dari seorang lagi. Inilah gambaran bahawa rezeki itu dari Allah. Cuma manusia hanyalah mampu melakukan ikhtiar. Sesudah itu berserah kepada Allah SWT.

Bergantung harap sampai merempat dengan memohon dari manusia ada batas dan masanya, namun tidak ada batas dan masa permohonan kepada Allah yang Maha Kaya. Apalagi manusia sanggup mengadaikan maruah dan sehingga mengadaikan aqidah kerana sesuap nasi, natijahnya azablah yang selayak baginya. Dunia yang sementara ini jangan kita jadikan matlamat sehingga berlepas harap dengan Allah.

Yakinlah rezeki itu dari Allah.

Read More......

Antara Sabar dan Syukur.

Antara Sabar dan Syukur.

Suatu hari wali Allah Ibrahim bin Adham melalui suatu majlis keramaian dengan keseronokan dan riuh rendah lalu beliau mengatakan inilah orang-orang yang tidak bersyukur.



Pada masa yang lain beliau melalui satu rumah yang ada kematian dengan kedengaran tangisan menanda kesedihan yang amat sangat dengan perginya orang tersayang. Lalu beliau mengatakan inilah orang-orang yang tidak bersabar.

Antara syukur dan sabar adalah dua akhlak mahmudah yang sangat dituntut oleh Islam. Apalagi setiap pejuang Islam mestilah memiliki kedua sifat ini dalam menempuh liku-liku perjuangan yang penuh onak dan duri ini. Seorang pejuang yang telah memiliki dua sifat ini pasti akan menempuh liku-liku perjuangan dengan satu keyakinan, yakni kemenangan yang hakiki hanyalah ketentuan dari Allah SWT. Kalah di dunia tidak bermaksud kalah di sisi Allah.

Firman Allah SWT :

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوفْ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الأَمَوَالِ وَالأنفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ

"Demi sesungguhnya! Kami akan menguji kamu dengan sedikit perasaan takut (kepada musuh) dan (dengan merasai) kelaparan dan (dengan berlakunya) kekurangan dari harta benda dan jiwa serta hasil tanaman dan berilah khabar gembira kepada orang-orang yang sabar." (Al Baqarah : 155)


Sifat orang yang beriman setelah ia menerima musibah ialah ia akan sentiasa sabar dan menganggapnya sebagai satu ujian dari Allah SWT. Apa lagi menjadi orang yang keluah kesah atau dalam bahasa biasa menjadi kelam kelabut, adalah jauh sekali. Sikap tenang dan sabar dalam menempuh segala musibah adalah gambaran sebenar insan yang beriman kepada Allah SWT.

Setelah melalui segala ujian dan musibah dengan sabar , orang orang yang beriman pasti akan mengucapkan sebagaimana anjuran dari Allah SWt iaityu :-


الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُم مُّصِيبَةٌ قَالُواْ إِنَّا لِلّهِ وَإِنَّـا إِلَيْهِ رَاجِعونَ


" (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji`uun"(Al Baqarah : 156)


Setelah mengembalikan musibah kepada Allah lah yang kita datang dan kepada Allah kita akan kembali berarti telah benarlah iman seseorang. Kesedaran yang sebegini mustahil lahir dari hati orang-orang yang tidak yakin kepada Allah SWT.

Bersyukur kepada pemberiaan Allah boleh dilakukan oleh makhluk dalam dua keadaan iaitu :-

1. Dengan yakin se yakinnya segala nikmat yang diperolehi itu datangnya dari Allah SWT. Walaupun sedikit apakan lagi banyak kita hendaklah menyedari semuanya dari Allah SWT.

2. Memanfaatkan segala mnikmat itu kejalan yang Allah ridhai. Sikap ini melahirkan suatu bentu gambaran ketaatan yang sempurna oleh seorang makhluk kerana dia sedar segala nikmat itu dario Allah jua. Jauh sekali untuk mempergunbakan kejalan yang Allah Murkai, kerana orang yang bersyukur faham dan rasa bertanggung jawab dengan segala nikmat yang dia perolehi adalah suatu amanah dari Allah SWT.

Sebab itu lah sebanyak mana yang kita keluarkan zakat atau derma pasti tidak akan menyebabkan seseorang itu jatuh bengkrap atau muflis. Lihatlah betapa Syaidina Abu Bakar yang telah menafkahkan semua hartanya untuk Islam sehingga bila di tanya oleh Nabi ada apa lagi yang tinggal beliau menjawab yang tinggal hanya Allah dan Rasul.

Kerana itu hartawan yang bersyukur yakin bahawa bila dia memberi pasti akan bertambah rezekinya sebagaimana janji dari Allah SWT:-


وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ


" Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni`mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni`mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih".(Ibrahim:037)


Bersabarlah.......Bersyukurlah........

Read More......

Kejadian Manusia

Sejenak berfikir tentang kejadian manusia lantas marilah merenung kepada diri sendiri betapa agung dan hebat nya ciptaan Allah SWT. Apakan tidak kita dijadikan dari cantuman tulang , disalutkan daging dan urat, lengkap dengan pelbagai organ dan deria, lantas tersalut kulit yang cantik molek. Sesudah itu Allah tiup kan roh sehigga dalam bahasa mudah kita dikatakan bernyawa dan aktif bergerak seperti sekarang.

Tidak ada bahasa yang paling sesuai kita nukilkan untuk membesarkan Allah melainkan dengan mengucapkan subhanallah, Allah hu akhbar dengan kejadian yang demikan rupa. Al Quran lebih awal menganjurkan kita untuk memikirkan kejadian diri kita sendiri sebagaimana firman Allah SWT :

أَوَلَمْ يَتَفَكَّرُوا فِي أَنفُسِهِمْ مَا خَلَقَ اللَّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا إِلَّا بِالْحَقِّ وَأَجَلٍ مُّسَمًّى
وَإِنَّ كَثِيراً مِّنَ النَّاسِ بِلِقَاء رَبِّهِمْ لَكَافِرُونَ

"Dan mengapa mereka tidak memikirkan tentang (kejadian) diri mereka? Allah tidak menjadikan langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya melainkan dengan (tujuan) yang benar dan waktu yang ditentukan. Dan sesungguhnya kebanyakan di antara manusia benar-benar ingkar akan pertemuan dengan Tuhannya." (Ar Ruum :08)

Hebatnya manusia yang dicipta Allah, bila berada dalam keadaan musim sejuk walaupun di bawah paras beku, darah manusia tidak akan beku. Demikianlah jika difikirkan satu persatu anggota tubuh badan manusia tentunya dia akan kembali kepada suatu kebesaran ciptaan Allah.

Allah menjelas dengan sejelas mungkin asal kejadian manusia di dalam Al Quran, cuma manusia sahaja memejamkan mata dan sombong diri seolah tidak mahu ambil tahu dari mana asal kejadian mereka , firman Allah :

ثُمَّ خَلَقْنَا النُّطْفَةَ عَلَقَةً فَخَلَقْنَا الْعَلَقَةَ مُضْغَةً فَخَلَقْنَا الْمُضْغَةَ عِظَاماً فَكَسَوْنَا الْعِظَامَ لَحْماً ثُمَّ أَنشَأْنَاهُ خَلْقاً آخَرَ فَتَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ

"Kemudian Kami ciptakan air benih itu menjadi sebuku darah beku lalu Kami ciptakan darah beku itu menjadi seketul daging; kemudian Kami ciptakan daging itu menjadi beberapa tulang; kemudian Kami balut tulang-tulang itu dengan daging. Setelah sempurna kejadian itu Kami bentuk ia menjadi makhluk yang lain sifat keadaannya. Maka nyatalah kelebihan dan ketinggian Allah sebaik-baik Pencipta." (Al Mu'minun : 14)

Di sana terdapat banyak ayat-ayat Al Quran yang menceritakan tentang kejadian manusia yang berasal dari satu keturunan iaitu Nabi Adam dan Siti Hawa. Sesudah itu kita dijadikan berbangsa-bangsa dan bersuku-suku . lalu bertebaranlah sekalian manusia yang dijadikan oleh Allah disegala pelusuk dan sudut alam ini. Berubah mereka dalam warna kulit, bahasa, budaya , makan minum dan sebagainya namun hakikat yang tidak boleh dinafikan kita berasal dari satu keturunan.

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوباً وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

"Wahai umat manusia! Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari lelaki dan perempuan dan Kami telah menjadikan kamu berbagai bangsa dan bersuku puak, supaya kamu berkenal-kenalan (dan beramah mesra antara satu dengan yang lain). Sesungguhnya semulia-mulia kamu di sisi Allah ialah orang yang lebih takwanya di antara kamu, (bukan yang lebih keturunan atau bangsanya). Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui, lagi Maha Mendalam PengetahuanNya (akan keadaan dan amalan kamu)." (Al Hujuraat : 13)

Sebab itu dalam surah yang sama kita dinyatakan oleh Allah SWT sebagai bersaudara ;-

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

"Sebenarnya orang-orang yang beriman itu adalah bersaudara, maka damaikanlah di antara dua saudara kamu (yang bertelingkah) itu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu beroleh rahmat. "(Al Hujuraat :10)

Sesudah ini kita mestilah arah tujuan dan matlamat atau garis akhir dari kehidupan ini. Islam mengajar kepada kita untuk bertanggungjawab kepada semua yang kita lakukan kernana kita semua akan menempuh suatu masa yang dipanggil kematian.
هُوَ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن طِينٍ ثُمَّ قَضَى أَجَلاً وَأَجَلٌ مُّسمًّى عِندَهُ ثُمَّ أَنتُمْ تَمْتَرُونَ
"Dialah yang menciptakan kamu dari tanah, kemudian Dia tentukan ajal (kematian kamu) dan satu ajal lagi yang tertentu di sisiNya (iaitu masa yang telah ditetapkan untuk dibangkitkan kamu semula pada hari kiamat); dalam pada itu, kamu masih ragu-ragu (tentang hari pembalasan). "(Al An'aam :2)

نَحْنُ قَدَّرْنَا بَيْنَكُمُ الْمَوْتَ وَمَا نَحْنُ بِمَسْبُوقِينَ

"Kamilah yang menentukan (dan menetapkan masa) kematian (tiap-tiap seorang) di antara kamu dan Kami tidak sekali-kali dapat dikalahkan atau dilemahkan" (Al Waaqi'ah : 60)

saat yang paling kita takuti adalah sakratul maut, saat dimana manusia akan dicabut nyawanya oleh Malakul-maut, yang pasti akan ditempuh walau ada mansuia seolah ingin lari darinya.

وَجَاءتْ سَكْرَةُ الْمَوْتِ بِالْحَقِّ ذَلِكَ مَا كُنتَ مِنْهُ تَحِيدُ
"Dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari daripadanya"(Qaaf :19)
Oleh itu bersedialah kita untuk bertemu dengan Allah SWT kerana bila-bila masa kita akan dipanggilNya

Read More......